Kamis, 21 April 2016

Ilmu Alamiah Dasar


Kimia dan Fisika


 Oleh :

Devita Nurul Aulia (11515768)
1PA03
 Universitas Gunadarma 2015/2016


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Materi adalah segala sesuatu sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi sangat banyak ragamnya. Segala macam benda baik padat, cair maupun gas terdiri dari materi. Amati benda di sekitar kita, mungkin dapat menyebutkan ratusan jenis materi. Seperti air, batu, pasir, tanah, udara, oksigen, kayu, besi, emas, kertas, plastic, dan sebagainya. Setiap benda memiliki massa dan berat. Energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknya namun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Macam-macam energi untuk kehidupan sehari-hari sangat beragam, mulai dari energi untuk pencahayaan hingga energi untuk pembangkit listik.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari materi, sifat materi, perubahan materi, dan klasifikasi materi?
2. Bagaimana perbedaan antara unsur dan senyawa?
3. Apa itu energi?
4. Apa saja macam-macam energi beserta contohnya?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari materi, sifat materi dan klarifikasi materi
2. Untuk mengetahui perbedaan unsur dan senyawa
3. Untuk mengetahui pengertian energi
4. Untuk mengetahui macam-macam energi
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian materi, sifat materi, perubahan materi dan klarifikasi materi
Pengertian materi adalah segala sesuatu sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi sangat banyak ragamnya. Segala macam benda baik padat, cair maupun gas terdiri dari materi. Amati benda di sekitar kita, mungkin dapat menyebutkan ratusan jenis materi. Seperti air, batu, pasir, tanah, udara, oksigen, kayu, besi, emas, kertas, plastic, dan sebagainya. Setiap benda memiliki massa dan berat. Massa suatu benda bergantung pada jumlah materi penyusun benda tersebut. Sebagai ilustrasi, akan lebih sukar mendorong batu yang besar daripada batu kecil. Sedangkan berat adalah ukuran besarnya gaya gravitasi yang dialami suatu benda. Benda yang sama akan memiliki berat yang berbeda jika diukur pada tempat yang memiliki gaya gravitasi benda, seperti di bumi dan di bulan.
Zat atau materi yang ada di alam sangat banyak dan beragam jenisnya. Materi-materi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 tingkat wujud berbeda yaitu, padat, cair, dan gas.
Sifat-sifat dari wujud materi sebagai berikut:

1. Zat Padat dan sifat-sifatnya.
 Berikut sifat-sifat zat padat:
1. Letak molekulnya sangat berdekatan.
2. Gaya tarik-menarik antar molekul sangat kuat sehingga gerakan molekulnya tidak bebas.
3. Gerakan molekulnya terbatas, yaitu bergetar dan berputar di tempat saja.
4. Molekul-molekulnya sulit dipisahkan sehingga membuat bentuknya selalu tetap/ tidak berubah, bentuk zat padat hanya berubah jika dihancurkan.
5. Merupakan fase yang terkondensasi.
6. Untuk beberapa zat bentuk padat bisa diregangkan. Contohnya senar gitar, karet dan spiral.
Contoh zat padat antara lain: plastic, besi, batu dan kayu.

b. Zat cair dan sifat-sifatnya.
Berikut ini sifat-sifat zat cair:
1. Letak molekulnya relative berdekatan bila dibandingkan dengan gas, tetapi lebih jauh daripada zat padat.
2. Gerakan molekulnya cukup bebas.
3. Molekul dapat berpindah tempat, tetapi tidak mudah meningkatkan kelompoknya karena masih terdapat gaya tarik-menarik.
4. Bentuknya mudah berubah (menyesuaikan wadah/ tempatnya) tetapi volumenya tetap.
5. Merupakan fase terkondensasi.
6. Dapat menyebar (berdifusi).
Contoh Zat cair antara lain: minyak, air, oli, sirop dan alcohol.
c. Zat Gas dan sifat-sifatnya.
Berikut sifat-sifat zat gas:
1. Letak molekulnya sangat berjauhan.
2. Jarak anatar molekul sangat jauh bila dibandingkan dengan molekul itu sendiri.
3. Molekul penyusunnya bergerak sangat bebas.
4. Gaya tarik-menarik antar molekul hampir tidak ada.
5. Baik volume maupun bentuknya mudah berubah.
6. Dapat mengisi seluruh ruangan yang ada (berdifusi).
7. Gas dapat dimampatkan.
Contoh zat gas antara lain: udara, gas argon, gas helium, dan gas belerang.

Perubahan materi
adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak. Perubahan materi terjadi dipengaruhi oleh energi baik berupa kalor maupun listrik. Perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

Klarifikasi materi
Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi dua kelompok yaitu :
1.      zat tunggal (unsur dan senyawa)
2.      campuran

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain dengan rekasi kimia biasa.
Di alam terdapat 92 jenis unsur alami dan sisanya unsur buatan. Jumlah keseluruhan di alam kira-kira terdapat 106 unsur.
Unsur dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

1.      Unsur logam
2.      Unsur non Logam
3.      Unsur Semi Logam

2.2 Perbedaan unsur dengan senyawa


Unsur adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia. Sedangkan senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.
Tabel periodik senyawa

 2.3 Pengertian energi


Dalam fisika, energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknya namun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Joule adalah satuan SI untuk energi, diambil dari jumlah yang diberikan pada suatu objek (melalui kerja mekanik) dengan memindahkannya sejauh 1 meter dengan gaya 1 newton. Kerja dan panas adalah 2 contoh proses atau mekanisme yang dapat memindahkan sejumlah energi. Hukum kedua termodinamika membatasi jumlah kerja yang didapat melalui proses pemanasan-beberapa diantaranya akan hilang sebagai panas terbuang. Jumlah maksimum yang dapat digunakan untuk kerja disebut energi tersedia. Sistem seperti mesin dan benda hidup membutuhkan energi tersedia, tidak hanya sembarang energi. Energi mekanik dan bentuk-bentuk energi lainnya dapat berpindah langsung ke bentuk energi panas tanpa batasan tertentu. Ada berbagai macam bentuk-bentuk energi, namun semua tipe energi ini harus memenuhi berbagai kondisi seperti dapat diubah ke bentuk energi lainnya, mematuhi hukum konservasi energi, dan menyebabkan perubahan pada benda bermassa yang dikenai energi tersebut. Bentuk energi yang umum diantaranya energi kinetik dari benda bergerak, energi radiasi dari cahaya dan radiasi elektromagnetik, energi potensial yang tersimpan dalam sebuah benda karena posisinya seperti medan gravitasi, medan listrik atau medan magnet, dan energi panas yang terdiri dari energi potensial dan kinetik mikroskopik dari gerakan-gerakan partikel tak beraturan. Beberapa bentuk spesifik dari energi potensial adalah energi elastis yang disebabkan dari pemanjangan atau deformasi benda padat dan energi kimia seperti pelepasan panas ketika bahan bakar terbakar. Setiap benda yang memiliki massa ketika diam, memiliki massa diam atau sama dengan energi diam, meski tidak dijelaskan dalam fenomena sehari-hari di fisika klasik.



2.4 Macam-macam energi beserta contohnya

1. Energi kimia


Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

2. Energi listrik


Lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

3. Energi bunyi

Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara. Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki Guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

4. Energi kalor (panas)


Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.

5. Energi cahaya


Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan lampu. Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor (panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari dapat diubah menjadi energi listrik.



6. Energi pegas



Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi pegas. Contoh benda elastic antara lain pegas, per, busur panah, trampolin, dan ketapel. Jika kamu menekan, menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah kamu melepaskan gaya yang kamu berikan maka benda tersebut akan kembali ke bentuk semula. Ketika benda tersebut kamu beri gaya maka benda memiliki energi potensial. Ketika gaya kamu lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi energi kinetik.


7. Energi nuklir


Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan selama reaksi nuklir. Reaksi nuklir terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang lain dan partikel-partikel lain dengan melepaskan energi kalor. Reaksi nuklir terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan dalam reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

8. Energi mekanik



Mengapa kaki kita terasa sakit saat kejatuhan buah mangga dari atas pohon? Hal itu disebabkan buah mangga yang berada di atas pohon memiliki energi. Buah mangga yang jatuh dari pohonnya memiliki energi mekanik. Pada saat buah mangga masih berada di pohon, energi mekaniknya sama dengan energi potensialnya. Ketika buah mangga tersebut jatuh sampai di tanah, energi mekaniknya sama dengan energi kinetiknya. Besarnya energi mekanik merupakan penjumlahan antara besarnya energi kinetik dengan energi potensial.



BAB 3

KESIMPULAN

Jadi kesimpulannya adalah Materi adalah segala sesuatu sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi sangat banyak ragamnya. Segala macam benda baik padat, cair maupun gas terdiri dari materi. Amati benda di sekitar kita, mungkin dapat menyebutkan ratusan jenis materi. Seperti air, batu, pasir, tanah, udara, oksigen, kayu, besi, emas, kertas, plastic, dan sebagainya. Setiap benda memiliki massa dan berat. Unsur adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia. Sedangkan senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Energi adalah properti fisika dari suatu objek, dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknya namun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Ada 8 macam energi yaitu; energi kimia, listrik, bunyi, kalor, cahaya, pegas, nuklir dan mekanik.









Ilmu Alamiah Dasar


Teori Evolusi



Oleh :
Devita Nurul Aulia (11515768)
1PA03
Universitas Gunadarma 2015/2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batu-batu karang atau gunung-gunung batu. Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi ini bertujuan untuk mempertahankan hidupnya. Tiap jenis makhluk hidup memiliki cara-cara adaptasi yang berbeda terhadap lingkungannya. Seleksi Alam merupakan proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam). Sehingga bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi dengan sendirinya oleh alam. Alam akan mempertahankan individu dengan sifat yang baik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan sekitar. Seleksi alam terjadi karena adanya faktor-faktor pembatas yang terdapat di alam seperti factor makanan, perubahan lingkungan, predator, tempat tinggal, mendapatkan pasangan dll. Kesemua factor-faktor pembatas tersebut terdapat di alam, sehingga dengan demikian alam sendirilah yang menyeleksi individu.
1.2 Rumusan Masalah
1 Apa saja teori evolusi yang terjadi pada makhluk hidup?
2 Perubahan apa saja pada makhluk hidup yang disebabkan oleh adanya adaptasi dan seleksi alam?
3 Apa saja contoh makhluk hidup (binatang khususnya) yang mengalami perubahan evolusi karena adaptasi dan seleksi alam?

1.3 Tujuan Penulisan
1 Untuk mengetahui teori evolusi yang terjadi pada makhluk hidup
2 Untuk mengetahui perubahan apa saja pada makhluk hidup yang disebabkan oleh adanya adaptasi dan seleksi alam.
3 Untuk mengetahui contoh makhluk hidup (binatang khususnya) yang mengalami perubahan evolusi karena adaptasi dan seleksi alam.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas. 
Terdapat dua macam evolusi :

  • Evolusi Progresif : Evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup.
  • Evolusi Regresif (retrogresif) : Evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah.

1. Teori evolusi menurut Jean Baptiste de Lamarck

Menurut Lamarck, bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter). Bagian tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai dengan lingkungannya dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan. Bagian yang telah beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda dengan aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat perolehan. Sifat perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup yang lebih maju daripada moyangnya. Teori yang dikemukakan Lamarck tersebut dikenal dengan ‘use and disuse’.



Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang

2. Teori evolusi Charles Darwin

Charles Darwin adalah seorang naturalis berkebangsaan Inggris. Ia menyatakan bahwa evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi alam (natural selection). Yang dimaksud seleksi alam adalah: proses pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan punah. Organisme yang bisa hidup inilah yang selanjutnya akan mewariskan sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya.



Sebagai pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan teori Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana kekeringan, lingkunganpun berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari makan dengan menjangkau daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya jerapah berleher panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak dan mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah sebabnya semua jerapah sekarang berleher panjang.

Teori yang di kemukakan Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
1.Ekspedisinya ke kepulauan Galapagos (Galapagos = kura-kura raksasa). Di tempat ini Darwin menemukan berbagai macam bentuk paruh burung Finch. Terjadinya keanekaragaman ini disebabkan oleh perbedaan jenis makanannya.
2.Pendapat Charles Lyell  dalam bukunya “Principles of Geology“ yang menyatakan bahwa batuan, pulau, dan benua selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini kemungkinan dapat mempengaruhi makhluk hidup.
3.Pendapat Thomas Robert Malthus dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population”  yang menyatakan adanya kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Hal ini menurut Darwin menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk  kelangsungan hidup.

2.2 Perubahan yang disebabkan oleh adanya adaptasi dan seleksi alam

Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.

2.3 Contoh evolusi karena adaptasi dan seleksi alam

1. Pengertian adaptasi

Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi ini bertujuan untuk mempertahankan hidupnya. Tiap jenis makhluk hidup memiliki cara-cara adaptasi yang berbeda terhadap lingkungannya.
B. Jenis Adaptasi pada hewan

1.  Adaptasi Morfologi
Penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh, struktur tubuh atau alat-alat tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.
Contoh dari adaptasi morfologi :

a.  Bentuk paruh
1)  Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi untuk menghancurkan biji tersebut.
2) Burung elang mempunyai paruh yang kuat, tajam dan melengkung bagia ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlupur atau di air.

b. Bentuk kaki
1)  Bentuk kaki burung kakatua untuk memanjat, selain itu juga untuk memegang makanan.
2)  Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
3)  Burung elang mempunyai kaki kuat dan kuku yang tajam, kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.

c. Jenis mulut
1) Mulut penghisap, serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan.
2) Mulut penusuk, nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulutnya dapat menghisap makanan berupa darah manusia atau hewan.
3)  Mulut  penggigit dan pengunyah, jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk menguyah makanan yang berupa daun.

d. Bentuk gigi pada hewan
Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah makanan.
2.  Adaptasi Fisiologi
adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.

Contoh adaptasi morfologi pada hewan :
a. Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah yang banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.
b. Beruang kutub dan anjing laut
Beruang kutub dan anjing laut mempunyai lapisan lemak yang tebal untuk bertahan hidup di daerah yang dingin. Beruang kutub hidup di daerah kutub yang dingin. Hewan yang hidup di daerah dingin mempunyai bentuk kaki yang besar dan lebar untuk berjalan di salju. Bulunya tebal dan telinganya kecil untuk mengurangi kehilangan panas.

c. Pinguin
Pinguin merupakan hewan yang hidup di daerah kutub yang bersuhu dingin. Sejak lahir pinguin memiliki bulu yang tebal. Bulu yang tebal ini membuatnya merasa hangat walaupun berada di daerah yang dingin. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian diri pinguin terhadap lingkungannya.

3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian tigkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya.
Contoh dari adaptasi tingkah lau pada hewan adalah sebagai berikut :
a. Cumi-cumi, sotong dan gurita
cumi-cumi, sotong dan gurita hidup di laut, ketika diserang musuh hewan-hewan ini mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini melarikan diri. Cumi-cumidapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.

b. Cicak dan kadal
Cicak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh, tindakan hewan memutuskan bagian tubuhnya disebut dengan autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi musuhnya..

c. Paus
Paus merupakan hewan mamalia yang hidup di air. Mereka bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan air. Setiap paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.

Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul kembali di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui lubang hidung, seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).

Seleksi Alam

Merupakan proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam). Sehingga bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi dengan sendirinya oleh alam. Alam akan mempertahankan individu dengan sifat yang baik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan sekitar..
Seleksi alam terjadi karena adanya faktor-faktor pembatas yang terdapat di alam seperti factor makanan, perubahan lingkungan, predator, tempat tinggal, mendapatkan pasangan dll. Kesemua factor-faktor pembatas tersebut terdapat di alam, sehingga dengan demikian alam sendirilah yang menyeleksi individu.
Contoh seleksi alam

a. Jerapah yang berfariasi lehernya karena adanya factor pembatas berupa factor makanan yang muncunya jerapah berleher panjang yang merupakan persilangan dari jerapah berleher pendek dan berleher panjang.
b. Burung Finch (pipit) yang bermigrasi dari Ekuador, Amerika Selatan menuju kepulauan Galapagos. Hal ini juga terjadi karena adanya faktor pembatas berupa factor makanan. Dari burung Finch dengan paruh pendek, pemakan biji-bijian, akan beradaptasi dengan lingkungan yang baru serta makanan yang tersedia sehingga muncullah burung Finch dengan berbagai macam paruh tergantung jenis makanannya. Dengan demikian spesies yang muncul di kemudian hari berbeda dengan pertama kali yang datang di kepulauan Galapagos.

c. Kupu-kupu Biston betularia, dengan sayap berwarna putih bintik-bintk pada awalnya lebih banyak  dibandingkan dengan Bisto betularia dengan sayap hitam. Pada saat terjadinya revolusi industry di Inggris, jumlah Biston betularia bersayap putih semakin berkurang dan imigrasi ke daerah pedesaan. Sedangkan Biston betularia bersayap hitam tetap bertahan. Untuk yang bersayap putih lama kelamaan tersingkirkan atau terseleksi sehingga tinggallah yang bersayap hitam. Biston betularia bersayap hitam tetap bertahhan karena warna sayapnya yang tersamarkan denga warna jelaga, sedangkan yang berwarna putih akan cepat tertangkap oleh predator. Biston betularia bersayap putih tetap akan bertahan hidup di pedesaan karena mereka hidup di pohon-pohon dan tersamarkan degan warna lumut kerak (Lichenes) dengan jumlah yang semakin berkurang.

BAB III
KESIMPULAN

Jadi kesimpulannya adalah evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas. Terdapat dua macam evolusi yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif. Menurut Lamarck, bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter). Menurut Darwin, Ia menyatakan bahwa evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi alam (natural selection). Yang dimaksud seleksi alam adalah: proses pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan punah. Adaptasi adalah Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seleksi alam adalah proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam). Sehingga bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi dengan sendirinya oleh alam.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi


Selasa, 22 Maret 2016

Ilmu Alamiah Dasar



Makalah Ilmu Alamiah Dasar



Oleh : Devita Nurul Aulia (11515768)
1 PA 03


Universitas Gunadarma 2015


BAB I
Pendahuluan
BAB I
Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Ilmu alamiah dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti biologi, fisika, dan kimia. Ilmu alamiah dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia. Selain itu, sebagai saya sebagai penulis ingin memberi tahu perkembangan alam pikiran manusia serta bagaimana cara manusia memperoleh keingintahuannya. Secara alami, manusia selalu merasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahu yang begitu besar dan tidak terbatas maka manusia dapat menciptakan sesuatu yang besar pula. Hasil dari keingintahuan manusia adalah terciptanya sebuah pengetahuan. Ilmu Pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya, baik alam besar, maupun alam kecil.  Dengan terbentuknya pengetahuan maka manusia dapat meciptakan sesuatu untuk menunjang segala jenis kegiatan dalam kehidupan

I.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan ilmu alamiah dasar dan apa saja ruang lingkup ilmu alamiah dasar?
2. Apa yang dimaksud dengan perkembangan alam pikiran manusia dan bagaimana cara manusia untuk memuaskan keingintahuannya?
3. Apa yang dimaksud mitos, legenda dan cerita rakyat?
4. Bagaimana cara manusia membedakan pengetahuan yang ilmiah dan tidak?

I.3 Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari ilmu alamiah dasar dan apa saja ruang lingkup ilmu alamiah dasar.
2. Untuk mengetahui pengertian dari perkembangan alam pikiran manusia dan  mengetahui cara manusia memuaskan keingintahuannya.
3. Untuk mengetahui pengertian dan contoh dari mitos, legenda da cerita rakyat
4. Untuk mengetahui cara manusia membedakan pengetahuan yang ilmiah dan tidak.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti biologi, fisika, dan kimia. Ilmu alamiah dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia.
Menurut Abdulah Aly dan Ely Rahma ilmu alamiah dasar adalah ilmu dasar yang merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar alam dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi.
Ilmu alamiah dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu alamiah selalu merumuskan masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat digunakan dalam ilmu alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra. Metode-metode yang digunakan dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga,tidak dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai ilmu alamiah dasar jika tidak ada realitanya.
Ruang Lingkup Ilmu Alamiah Dasar
Konsep dasar tentang Ilmu Pengetahuan Alam, meliputi :
1.    Fisika (Physics)
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tak hidup atau mati dari aspek wujud dengan perubahan–perubahan yang bersifat sementara.
2.    Kimia (Chemistry)
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan–perubahan yang bersifat tetap.
3.    Biologi ( Biological Science )
Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya. Biologi dibagi atas cabang-cabang antara lain :
a.  Botani
Botani adalah suatu cabang biologi yang mempelajari tentang seluk beluk tentang tumbuhan. 
b.  Zoologi
Zoologi adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan.
c.  Morfologi
Morfologi adalah suatu studi tentang struktur luar atau bentuk luar makhluk hidup.
d. Anatomi
Anatomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. .
e. Fisiologi
Fisiologi adalah suatu studi tentang fungsi bagian tubuh atau organ makhluk hidup.
f. Sitologi ( Biologi Sel )
Sitologi adalah suatu studi tentang sel secara mendalam meliputi struktur molekuler dan lain–lain.
4). IPA dan Perkembangan Teknologi.
Setelah teknologi menempuh pertentangan amat pesat masa lalu hingga menyilaukan mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan akibat-akibat yang dibawa teknologi pada peradaban manusia secara keseluruhan. Pada hakikatnya, hal tersebut tidak lain daripada menempatkan teknologi dalam fungsi sosial yang wajar. Apabila hal ini bisa dilakukan, teknologi dapat memberikan harapan yang cerah, oleh karena itu teknologi harus dapat merintis jalan ke arah pengadaan pangan, sandang dan penyediaan pemukiman manusia tanpa merusak tatanan masyarakat.
5). Dampak perkembangan IPA dan Teknologi
Dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia seperti banyaknya penemuan seperti penemuan energi cahaya, pengobatan dengan alat canggih sehingga dapat mempermudah dan bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia.

2.2 Pengertian Perkembangan Alam Pikiran Manusia
A. Sifat Unik Manusia
Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, sedangkan rohani, akal budi, dan kemauannya sangat kuat. Manusia tidak mempunyai tanduk, taji, ataupun sengat, maka untuk membela diri terhadap serangan dari makhluk lain dan untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan, manusia harus memanfaatkan akal budinya yang cemerlang. Kemauannya yang keras menyebabkan manusia dapat mengendalikan jasmaninya. Hal ini dapat menimbulkan efek yang negatif misalnya, manusia dapat mogok makan, dapat minum-minuman keras sampai mabuk, dan bahkan dapat  bunuh diri. Kalau tubuh mendapat pengaruh yang negatif dari lingkungan, maka timbul reaksi yang mendorong tubuh supaya melepaskan diri dari lingkungan yang merugikan itu. Tetapi kemauan keras dapat memaksa tubuh supaya tetap menerima pengaruh yang negatif itu. Jadi, sifat unik manusia itu adalah akal budi dan kemauannya menaklukkan jasmaninya.

B. Rasa Ingin Tahu
Dengan pertolongan akal budinya, manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Dengan kata lain, rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pikirannya.

Cara manusia untuk memuaskan keingintahuannya
 Bagaimana rasa keingintahuan itu muncul? Rasa ingin tahu muncul karna adanya rasa penasaran. Rasa penasaran inilah yang membuat manusia selalu ingin mendapatkan jawaban atas apa yang ia tidak ketahui sebelumnya. Manusia berusaha mencari jawaban atas berbagai pertanyaan itu. Dari dorongan ingin tahu manusia berusaha mendapatkan pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakannya. Manusia akan terus menerus mencari jawaban atas apa yang ia tidak ketahui sebelumnya sampai ia mendapatkan hasil yang konkret dari apa yang ia tidak ketahui itu.
Dengan rasa ingin tahu yang begitu besar dan tidak terbatas maka manusia dapat menciptakan sesuatu yang besar pula. Hasil dari keingintahuan manusia adalah terciptanya sebuah pengetahuan. Ilmu Pengetahuan berawal pada kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya, baik alam besar, maupun alam kecil.  Dengan terbentuknya pengetahuan maka manusia dapat meciptakan sesuatu untuk menunjang segala jenis kegiatan dalam kehidupan.
Hal yang pertama dilakukan manusia untuk memuaskan keingintahuannya adalah bertanya. Berbagai jenis pertanyaan dilontarkan manusia. Dimulai dengan bagaimana, apa, siapa, mengapa, dimana, dan kapan. Jika merasa tidak puas dengan jawaban tersebut selain dengan bertanya, untuk memuaskan keingintahuannya manusia dapat mencari dari berbagai sumber dan media-media sosial yang telah tersedia. Sumber tersebut antara lain buku-buku, koran, majalah, bahkan sesuatu yang sangat global seperti internet. Manusia terus-menerus mencari jawaban dari apa yang iya tidak ketahui itu. Selain dengan sumber atau media yang ada, untuk memuaskan rasa keingintahuan kita, kita dapat melalukan berbagai macam metode seperti; observasi, eksperimen, ilmiah dsb. Segala macam jawaban dapat disatukan dengan jawaban-jawaban lain sehinga dapat di tarik kesimpulan. Hasil dari kesimpulan tersebut bersifat pasti dan konkret.
Sebagai contoh, pada zaman pra-socrates para filsuf alam yunani berlomba-lomba mencari tahu apa yang menjadi zat dasar dari dunia dan realitas sekitar jagat raya ini. Pertanyaan ini menggerakan usaha intelektual mereka. Observasi sederhana mereka lakukan untuk mencari jawaban tersebut. Dan beberapa filsuf tersebut memberikan argumen mereka masing-masing. Misalnya,Thales mengatakan zat dasar dunia adalah air, Anaximenes mengatakan udara, Heraclitus mengatakan api, dan Empedocles mengambil kesimpulan dari apa yang ia yakini dan dari sumber lain menurutnya zat dasar dari jagat raya ini adalah air. Udara, api dan tanah.
2.3 Pengertian Mitos, Legenda Dan Cerita Rakyat
1. Mitos
adalah sebuah imajinasi dari manusia yang berusaha untuk menerangkan gejala alam yang ada pada saat itu yang dikaitkan dengan kepercayaan akan adanya kekuatan ghaib. Namun, disebabkan oleh keterbatasan manusia dalam menjelaskan hal tersebut sehingga cenderung diidentikkan dengan seorang dewa/dewi, tokoh misteri serta sesuatu yang berbau mistis. Sehingga pengetahuan yang diperoleh bersifat subyektif.
     Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan ataupun pengalaman. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu.
Contoh yang paling sederhana di sekeliling kita adalah : “Apakah pelangi itu?”, karena tak dapat dijawab, manusia mereka-reka jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Jadi muncul pengetahuan baru yaitu bidadari. Padahal secara ilmiah disebutkan bahwa pelangi terjadi karena adanya pembiasan sinar matahari oleh air hujan.
Mitos itu timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia misalnya:
1.       Alat Penglihatan
     Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tidak dapat membedakan benda-benda. Demikian juga jika benda yang dilihat terlalu jauh, maka tak mampu melihatnya.
2.       Alat Pendengaran
     Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik. Getaran di bawah 30 atau di atas 30.000 perdetik tak terdengar.
3.       Alat Pencium dan Pengecap
     Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap maupun diciumnya . manusia hanya bisa membedakan 4 jenis masa yaitu rasa manis,masam ,asin dan pahit. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasi di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian. Melalui bau, manusia dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain namun tidak semua orang bisa melakukannya.
4.       Alat Perasa
     Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relative sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat.
     Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia: ada yang sangat tajam  penglihatannya, ada yang tidak. Demikian juga ada yang tajam penciumannya ada yang lemah. Akibat dari keterbatasan alat indera kita maka. Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:
a.  Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik  langsung  maupun dengan alat.
b.  Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
c.   Hasrat ingin tahunya terpenuhi.
2. Legenda
 adalah sebuah cerita yang dirangkai secara turun temurun dan dipercayai oleh masyarakat karena terbukti secara logis dalam pendeskripsian ceritanya, cenderung mengemukakan kehadiran seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah.

Contoh legenda yang paling terkenal adalah Tangkuban perahu yang berlokasi di kota Bandung, sebagai hasil perwujudan kemarahan sangkuriang yang telah gagal dalam mewujudkan pinta calon pinangannya yang merupakan ibu kandungnya sendiri.

3. Cerita Rakyat
merupakan suatu peristiwa yang dikisahkan untuk menjelaskan akan terjadinya sesuatu yang ada dimuka bumi ini. salah satu contoh kisah rakyat yakni tangkuban perahu sebagai perwujudan kemarahan sangkuriang yang telah gagal dalam mewujudkan calon pinangannya yang merupakan ibu kandungnya sendiri. Kisah bawang merah dan bawang putih yang telah kita kenal sejak dahulu dapat menjadi salah satu contoh dalam hal ini.
Contohnya yang terkenal adalah Malin Kundang. Seorang anak durhaka yang sudah kaya karena merantau tapi tidak mengakui ibu kandungnya sendiri pada saat ia pilang ke kampung halamannya dengan alasan malu karena ibunya sudah tua renta.

Cara Manusia Membedakan Pengetahuan Yang Ilmiah Dan Tidak
Pengetahuan tidak ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan secara sistematik terhadap kemampuan diri manusia ataupun terhadap ide di dalam pikiran manusia secara deduktif dan analitik. Misalnya, pencak silat, bela diri, kebatinan, matematika, dan sebagainya.
Pengetahuan ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan mengolah atau memikirkan realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah, yakni dengan menerapkan metode ilmiah. Mialnya, kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu (objek/lapangan) yang merupakan kesatuan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis yang dapat dipertanggung jawabkan dengan menunjukan sebab-sebab hal/kejadian itu. Oleh karena itu cara memperoleh pengetahuan dan cara memperoleh pengetahuan ilmiah atau sains sudah jelas berbeda.


Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah

A. Perumusan masalah yang dimaksud dengan masalah yaitu pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang obyek yangteliti. Masalah itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B. Penyusunan hipotesis; yang dimaksud hipotesis yaitu suatupernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untukmemecahkan masalah yang telah ditetapkan.Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus diujikebenarannya dalam suatu obserevasi atau eksperimentasi.
C. Pengujian hipotesis, yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapatmemperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukunghipotesis tersebut atau tidak.
D. Penarikan kesimpulan penarikan kesimpulan ini didasarkan ataspenilaian melalui analisis dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan ituditerima atau tidak. Bila fakta tidak mendukung makahipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatupengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.
Keunggulan dan keterbatasan metode ilmiah
Keunggulan metode ilmiah, antara lain :
 1. Mencintai kebenaran yang objektif dan bersikap adil
2. Kebenaran ilmu yang absolute sehingga dapat dicari terus menerus
3. Mengurangi kepercayaan pada tahayul, astrologi maupun peruntungan, dan lain lain

Keterbatasannya antara lain :
1. Bersifat sementara.
2. Sulit untuk memilih fakta yang benar-benar berkaitan dengan masalah yang akan di pecahkan
3. Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat inmateri (ghaib), di karenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas
4. Terlalu bergantung pada objek yang ada

Kesimpulannya :
Jadi, dari tulisan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa keingintahuan yang ada pada diri manusia tidak terbatas dan sangat berpengaruh besar dalam kehidupan. Baik kehidupan untuk manusia itu sendiri maupun bagi jagat raya ini. Manusia dapat memuaskan rasa keingintahuannya dari mulai bertanya, mencari dari berbagai media yang ada, dan melakukan observasi. Dari hal yang belum diketahui manusia dapat mencari apa yang belum ia ketahui dari media yang ada seperti yang disebutkan diatas. Dengan berbagai cara manusia terus mencari jawaban dari apa yang belum diketahui dengan terus menerus sampai dapat ditarik kesimpulan yang pasti dan konkret.

Sumber :

Rabu, 18 November 2015

Culture Shock

Sebagai salah satu orang yang tidak bisa lepas dari minum air dingin yang ada es batunya saya sangat kesulitan bila sedang menginap atau hanya berkunjung ke suatu tempat yang tidak menyediakan itu. Karena saya sudah "ketagihan" dengan es tersebut mau lagi hujan sekalipun saya tetap minum es itu, kecuali saat sakit. Seperti waktu saya bermain di rumah salah satu teman saya yang tidak minum air dingin, ketika saya minta es batu ternyata di kulkasnya sama sekali tidak ada es batu dan akhirnya saya minum air yang disediakan saja. Dan pernah, ketika saya menginap di rumah tante saya di Jogjakarta disanapun juga begitu, ketika saya buka freezernya tidak ada es batu satupun. Karena disana juga tidak ada yang selalu minum es seperti saya. Di warung-warung daerah sana pun juga jarang ada yang menjual es batu seperti disini. Akhirnya saya minum yang ada dirumahnya saja tetapi ketika sudah berpergian saya langsung memesan minuman yang ada esnya.

Unsur-unsur Budaya

Berikut adalah 7 unsur budaya ecara universal : 

1. Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

2. Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

3. Sistem Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusiaa
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.

4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi
Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.

5. Sistem Organisasi KemasyarakatanSistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

6. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.

7. Kesenian

Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.